OPINI – Siapa Guru Yang Membelajarkan?

Posted: January 20, 2012 in Opinion
Tags: ,

“Siswa saya MALAS belajar”, sebuah komentar spontan dari sejumlah guru pada sebuah forum ilmiah keguruan yang saya hadari pekan lalu. Komentar pendek dan bermakna itu  kemudian membawa saya pada pengalaman ketika saya didudukan sebagai seorang siswa. Betapa saya adalah seorang siswa yang tergolong lamban dan dituding enggan belajar. Padahal, yang saat itu saya alami adalah saya tidak paham apa yang harus saya pelajari, saya tidak tahu bagaimana caranya belajar, saya tidak mengerti bagaimana mengatur waktu untuk belajar dan saya juga tidak menemukan kebermanfaatan ketika materi itu saya pelajari. Tak seorang gurupun yang menjelaskan semua kekaburan itu pd saya. Saat itu, guru hanya meminta saya mendengar, menghafal, mengerjakan soal tanpa saya bisa tahu menyadari kaitannya dengan kehidupan yang saya alami nantinya. Pelajaran disajikan dalam bentuk ceramah ditambah sedikit omelan ketika saya mulai mengantuk. Sebagai pembelajar muda, saya tidak memiliki ruang untuk menunjukkan kehadiran saya sebagai pribadi yang  mengetahui dan menaruh minat pada hal-hal tertentu. Dan bukannya bantuan yang saya dapatkan, melainkan tudingan yang saya  peroleh. Kiranya hal  serupa  yang dihadapi oleh guru-guru tersebut diatas.

Pada titik ini saya melihat keengganan siswa belajar merupkan sebuah akibat bukan penyebab. Siswa yang tidak menemukan cara untuk memaknai materi yang dipelajari, tidak mengetahui strategi belajarnya, tidak mampu mengatur waktunya untuk belajar, ditambah tudingan-tudingan yang menyudutkan akan semakin menemukan kegagalan untuk menjadi pembelajar yang mandiri. Permasalahan ini, menurut hemat saya, sebagai akibat dari guru yang gagal menjadi model pembelajar yang sukses bagi siswanya. Bagaimana mungkin seorang siswa dapat mengikuti nasehat belajar dari orang yang ia tahu bukan  seorang pembelajar? Terlebih lagi, prilaku siswa merupakan respon terhadap stimulus yang ia dapati dari lingkungannya.  Siswa akan mengadaptasi perilaku dari input yang datang kepadanya. Maka perhatikanlah, seorang guru  pengeluh hanya akan mendapati siswanya menjadi pengeluh-pengeluh hebat. Sebaliknya sikap positif guru, akan menularkan benihpbenih positif pada diri siswanya.

Maka hal pertama yang harus guru lakukan untuk dapat membelajarkan siswanya adalah dia harus mampu menjadikan dirinya sebagi model pembelajar yang sukses. Adalah guru yang harusnya lebih dituntut untuk memiliki kemampuan belajar. Seorang guru hendaknya mampu mengaitkan materinya dengan kehidupan dirinya dan diri siswa sehingga menjadikan materinya lebih bermakna. Seorang guru  sepantasnya mampu menyisakan waktu untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri sehingga dapat membantu siswanya berkembang. Seorang guru seharusnya mempelajari strategi-strategi baru untuk mengajar sehingga dapat menularkan cara-cara baru untuk belajar bagi siswanya. Ketika guru mampu memotivasi dirinya untuk membelajarkan dirinya maka ia akan menemukan cara-cara kreatif untuk membelajarkan siswanya.

(Widie Dewantara – Menjelang Shalat Jumat – Kantor Guru SMP Negeri 10 Yogyakarta)

Advertisements
Comments
  1. teja says:

    itu pr nya guru.. klo dia tdk berbuat sesuatu akan hal itu. bisa disebut guru itu malas..

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s