OPINI – Guru Siap Mengajar, Siswa Siap Belajar

Posted: January 22, 2012 in Opinion
Tags: , ,

Perlu dijadikan sebagai sebuah renungan bagi  guru  bahwa keoptimalan hasil belajar siswanya merupakan indikator  kompetensinya dalam mengajar.  Kompetensi mengajarnya diuji ketika guru dituntut untuk menjelaskan secara gamblang  materi pelajaran yang memang tidak gampang dan kemampuannya mengelola pembelajaran pun akan dipertanyakan ketika gagal memahamkan siswanya. Tak pelak lagi, kegagalan ini seringkali merupakan akibat dari ketidaksiapan guru dalam mengajar.  Manajemen waktu dikelas berantakan, prosedur belajar tidak tertata, kelas gaduh tak terkendali, siswa mengabaikan tugas ataupun penjelasan guru yang tidak mencerahkan merupakan sedikit dari permasalahan yang muncul akibat ketidaksiapan guru mengelola kelasnya hari itu. Apapun yang terjadi didalam kelas pada hari guru mengajar berawal dari sejauh mana guru telah menyiapkan kelasnya.

Padatnya jam mengajar dan banyaknya urusan administrasi seringkali dijadikan kambing hitam atas ketidaksiapan guru dalam mengajar. Dan sebagai gantinya guru hanya akan mengajarkan isi buku ataupun LKS bukan kurikulum yang diadaptasikan sesuai kebutuhan siswanya. Guru menyampaikan materi sesuai urutan buku, berceramah sesuai apa yang tertulis didalamnya lantas mengujikan kemampuan siswa sesuai soal pada LKS. Seolah peran guru hanya penyampai isi buku atau LKS atau  lebih parah lagi seolah buku atau LKS telah menggantikan fungsi guru.

Mengajar bukanlah sekedar merapalkan informasi (materi belajar) dihadapan siswa dan lantas berharap siswa paham hanya dengan mendengarkan dan mengerjakan soal di buku dan LKS. Mengajar merupakan upaya sadar untuk mentransformasikan informasi sedemikian hingga siswa dapat mengkonstruksi dan menginternalisasi informasi baru dalam tataran pengetahuannya yang kemudian akan terwujud dalam peningkatan prilaku, sikap dan ketrampilan. Dalam rangka mengkonstruksi dan menginternalisasi informasi baru tersebut siswa perlu dilibatkan dalam sebuah pengalaman belajar yang bermakna baginya. Disinilah peran penting seorang guru sebagi fasilitator pembelajaran yaitu menjembatani konteks siswa dengan konteks pengetahuan dalam sebuah interaksi yang bermakna dan untuk itu guru perlu merancang kelasnya dengan baik.

Ketidaksiapan guru dalam mengajar dapat dirasakan oleh para siswa dan kondisi semacam ini hanya akan mematikan semangat belajar siswa. Maka tak pantaslah guru yang enggan menyiapkan kelasnya menuding siswanya pemalas.  Adalah guru yang semestinya terlebih dahulu merajinkan diri untuk mempersiapkan kelasnya: mempelajari kurikulumnya, memilih materi sesuai kurikulum dan kebutuhan siswanya, menghubungkannya dengan kehidupan siswanya,  mengurutkan materi secara sistematis, merancang kegiatan belajar dengan tujuan pencapaian yang jelas, menerapkannya didalam kelas sesuai gaya belajar siswanya lalu mengevaluasinya untuk dijadikan bahan refleksi kemampuan mengajar guru bukan sekedar kemampuan belajar siswanya. Sementara itu, buku dan LKS hanyalah pelengkap yang boleh ditinggalkan sama sekali ketika guru mampu mengembangkan materinya sendiri sesuai kebutuhan siswa.

Kompetensi mengajar guru ditentukan oleh kemampuannya mempersiapkan kegiatan pembelajarannya sendiri, bukan sekedar menjelaskan isi buku atau LKS. Untuk mampu membelajarkan siswanya guru perlu meluangkan waktunya untuk menengok kembali konteks kekinian informasi untuk dikembangkan menjadi materi dan ketepatan tehnik mengajar yang akan tertuang dalam  kegiatan pembelajaran. Tak perlulah menyalahkan keadaan atas ketiadaan waktu untuk mengupdate diri dan mengembangkan materi. Setiap guru adalah orang yang sibuk atas sejumlah tuntutan tugas, namun ditengah kesibukannya itu, merupakan tanggung jawab profesinya juga untuk meluangkan waktu mempersiapkan kelasnya.   Seperti halnya siswa yang harus menyengajakan diri untuk menyelesaikan tugas dari gurunya dan mempelajari ulang materi pelajaran yang ia dapatkan, guru juga perlu untuk menyengajakan diri mengembangkan materi ajar diantara 24 jam waktu yang ia punya dalam sehari. Ketika guru telah siap dengan segala aktivitas belajarnya maka secara berangsur siswapun akan selalu siap belajar dengannya bahkan merindukan kehadiran gurunya.

(Widie Dewantara – Menjelang Shalat Ashar – Kantor Guru SMP Negeri 10 Yogyakarta)

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s