Refleksi – Membangunkan Para Juara

Posted: February 2, 2012 in Teaching Reflection
Tags: ,

“Uncle boleh pulang sekarang?” tanya seorang siswa dari bangkunya pada saya siang tadi. Saya lihat jam menunjukkan pukul 10.40, yang berarti sudah 40 menit mereka mengerjakan soalnya. Sementara, siswa lain juga nampak gelisah berharap saya memberi isyarat pulang. Hari ini, saya ditugaskan untuk mendampingi para siswa yang sedang mengikuti ulangan tengah semester mata pelajaran Biologi. Siswa memiliki beberapa soal pilihan ganda dan beberapa soal esai  siang ini. Didorong rasa penasaran, saya mengecek lembar jawaban siswa tadi. Siswa tersebut tidak mengerjakan seluruh soal esainya.  Alangkah terkejutnya saya, mendapati siswa lainnya juga menyerah dan memberikan jawaban sekedarnya. Sedih rasanya menyaksikan mereka  enggan berupaya padahal kesempatan untuk melakukan “lebih”  masih tersisa.

“Inikah potret siswa saya sekarang, menyelesaikan tugas seadanya dan berputus asa?” gumam saya dalam hati. Dikelilingi dengan hal-hal yang instant menjadikan anak-anak ini lebih senang menyerah dengan ikhtiar minimal daripada mengerahkan upaya memberi jawaban optimal. Ada kekhawatiran dalam benak saya jika berputus asa dan bekerja seadanya dibiarkan menjadi pilihan pemecahan masalah bagi anak-anak ini, mereka kelak akan tumbuh sebagai orang muda yang menganggap menyerah dan pasrah sebagai hal yang lumrah.

“Kalian tahu siapa yang disebut juara?”  tanya saya menyelidik. Mata mereka menatap  penuh tanya.  “Mereka adalah orang yang hidupnya dimuliakan TUHAN karena telah unggul atas dirinya sendiri”  saya menjelaskan. “Untuk menjadi  juara, yang perlu dilakukan hanyalah mengoptimalkan segala ikhtiar sebagai bentuk syukur atas kesempatan yang diperoleh… Dan saat ini, di ruang ini,  DIA  memberikan kalian kesempatan untuk menjadi juara” lanjut saya sembari berharap semangat mereka tergugah. Sejenak kemudian saya sampaikan “Maka kalian bebas memilih:…mensyukuri kesempatan dariNYA dengan menunjukkan ikhtiar optimal atas jawaban kalian ini atau mengingkari kesempatan yang diberikanNYA dengan membiarkan lembar jawaban kalian terjawab seadanya”. Suasana sejenak hening. Seolah mendapat energi baru, para siswa bergegas memperbaiki  jawaban mereka disana-sini. Beberapa siswa mengangguk-angguk tanda memahami sesuatu yang tadi terlupakan. Mereka tenggelam dalam keasikan membongkar kembali pengetahuan yang sebenarnya sudah mereka miliki lantas menuangkannya ke dalam lembar jawaban.

Enam puluh menit berlalu, para siswa tersenyum puas menatap lembar jawaban mereka.  Anak-anak itu nyatanya mampu memberikan jawaban yang mendekati benar.  Menggugah semangat mereka jauh lebih baik daripada membiarkan mereka menyerah atau  menyalahkan mereka atas keputus asaannya. Terkadang, mereka hanya perlu diingatkan kembali bahwa sesungguhnya ada sang juara di dalam diri mereka namun sering kali diabaikan eksistensinya.

Sementara siswa di keempat kelas lainnya memilih menyerah dan pulang, anak-anak ini bersabar hati untuk menunjukkan kerja terbaik mereka. Hari ini saya bangga karena bisa mendampingi para juara yang telah menang atas ketidaksabaran, keputus asaan dan kebuntuannya. Jawaban yang mereka tuliskan memanglah tidak sempurna, tapi semoga DIA YANG MAHA SEMPURNA, akan menyempurnakan ikhtiar mereka hari ini dengan keberkahan hidup.

Jam 11.40 para juara itu keluar dari kelas dengan menang tanpa menyadari seluruh siswa di keempat kelas lain memilih kalah dan pulang sejak 60 menit yang lalu dengan menyerahkan jawaban seadanya.

(Widie Dewantara – Penghujung Ashar – Kantor Guru SMP Negeri 10 Yogyakarta)

Advertisements
Comments
  1. yuni says:

    haha..semangat pak guru

  2. Widie Dewantara says:

    Mohon ajari saya bunda…

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s