ULASAN BUKU – Sekolahnya Manusia: Mengembalikan Fitrah Pendidikan

Posted: February 7, 2012 in Book Review
Tags: ,


Sekolahnya Manusia yang diterbitkan pada tahun 2009 oleh penerbit Kaifa ini ditulis oleh Munif Chatib, seorang CEO Next Worldview, sebuah Lembaga Konsultan dan Pelatihan Pendidikan. Refleksi penulis terhadap pengalamannya selama melakukan pendampingan dituangkan dalam buku setebal 186 halaman. Penulis yang jebolan Distance Learning di Supercamp Oceanside California ini mengusung kecerdasan majemuk sebagai landasan pendidikan di sekolah-sekolah yang dibinanya.

Ketika sekolah yang diharapkan menjadi tempat merangkai cita-cita justru menjadi ajang penyunatan potensi, penulis hadir menawarkan pendekatan Multiple Intelligences sebagai upaya pemurnian kembali nilai-nilai pendidikan. Pemilihan judul “Sekolahnya Manusia” kiranya tepat sebagai pembanding “Sekolah Robot”. Buku ini menyuguhkan cara pandang baru  terhadap  praktik  pendidikan yang homogen dan cenderung mengabaikan  fitrah manusia sebagai makhluk yang unik – dengan demikian heterogen.  Lebih jauh lagi, penulis  mengangkat kembali konsep sekolah yang bermisikan memanusiakan manusia – sebuah pesan pendidikan yang diamanatkan oleh Ki Hajar Dewantara.

Buku ini  memaparkan  bagaimana penulis mengadaptasikan pemikiran-pemikiran Bobbi de Porter (penulis Quantum Teaching dan Quantum Learning), Howard Gardner (penulis Multiple Intelligences) dan Thomas Amstrong (penulis Multiple Intelligences in Classrooms) kedalam pelaksanaan pendidikan di sekolah-sekolah. Penulis sangat handal menginterpretasikan konsep kecerdasan majemuk ke dalam praktik-praktik penerimaan siswa, pembuatan lesson plan, pemecahan masalah belajar hingga evaluasi hasil belajar.  Sejauh ini, penulis berhasil mendesain metode dan model pembelajaran yang mengedepankan kekhasan yang dimiliki setiap siswa. Kiranya, SD dan SMP YIMI di Jawa Timur merupakan saksi sekaligus bukti keunggulannya. Gagasan ini merupakan sebuah terobosan yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.

Bertutur tentang kajian teori hingga mengisahkan kesuksesan para guru di sekolah yang menekankan the best process alih-alih the best input, penulis memberikan tawaran pembaharuan pendidikan melalui buku pertamanya ini. Pemahaman penulis yang mendalam tentang kecerdasan majemuk nampak dari kemahirannya merekonstruksi gagasan yang pernah dikisahkan oleh para tokohnya. Tidak hanya sampai disitu, penulis juga piawai mengaitkan teori-teori kecerdasan majemuk dengan penerapannya di kelas sehingga buku ini mampu menghadirkan permikiran-pemikiran baru yang menggeser paradigma lama pembacanya tentang sekolah yang membosankan.

Namun, terkait dengan teknis penulisan, pembaca mungkin akan sedikit kesulitan untuk mengikuti alur buku ini karena setiap bagian judul atau sub judul tidak ditandai dengan apapun. Meskipun demikian, pembaca tidak perlu meragukan muatannya yang padat dan berisi.

(Widie Dewantara – Tengah Malam – Kamar Tidur)

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s