ULASAN BUKU – Sekolah Kaya Sekolah Miskin, Guru Kaya Guru Miskin: Oase Hikmah di tengah Padang Tandus

Posted: February 19, 2012 in Book Review
Tags: , ,

Sejak awal, Joko Wahyono – sang penulis,  sudah menarik perhatian pembacanya melalui pemilihan judul bukunya yang diterbitkan Maret 2010 oleh PT. Elex Media Komputindo ini. Sepintas, judul buku ini seolah menyampaikan pesan tentang komersialisasi pendidikan. Namun, jika ditapaki isinya lebih jauh lagi, justru penulis menawarkan kiat-kiat untuk meningkatkan mutu sekolah dengan memanfaatkan potensi yang ada. Dikotomi kaya dan miskin dalam judul buku sama sekali bukan mengacu pada jumlah materi yang dimiliki oleh sekolah,melainkan representasi dari kekayaan hati yang dimiliki oleh penyelenggaranya.

Buku 151 halaman ini berawal dari catatan-catan harian penulis. Kepeduliannya pada pendidikan negeri inilah yang kemudian mendorongnya menjadikannya buku.  Melalui buku ini, penulis membagi-bagikan pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan selama bertahun-tahun menjadi guru dan juga kepala sekolah di berbagai sekolah. Penulis memaparkan perjalanannya sejak menjadi guru pengganti, mengepalai sekolah yang sedang “collapse”, mengajar di sekolah yang kaya fasilitas,  hingga membangun sebuah sekolah yang kaya hati.

Buku ini menghadirkan oase hikmah ditengah padang tandus yang didiami oleh guru – guru yang sedang menderita penyakit  “mengeluh” akut. Penulis mengisahkan betapa keinginannya menjadi guru tak tergoyahkan meski profesi ini tak menjanjikan kemapanan finansial saat itu. Penulis sempat menjalani kehidupan sebagai  guru tak tetap dengan gaji yang hanya cukup untuk ongkos transportasi. Tak hanya sampai disitu, dilema untuk memilih kuliah atau mengajar sempat dialaminya – seperti layaknya mahasiswa jurusan keguruan lainnya. Lebih jauh lagi, penulis menuturkan tentang hikmah yang ia dapatkan kala menjadi kepala sekolah dibawah kendali pengurus yayasan yang bermental bobrok. Kisahpun masih terus berlanjut saat penulis menjadi guru dengan gaji lima kali lipat gaji pegawai negeri saat itu. Tentu saja dengan gaji yang demikian tinggi itupun dituntut keprofesionalan yang setara.  Berbagai pelajaran berharga yang penulis dapatkan saat itu dituangkan dalam buku ini.  Termasuk ketika penulis berjuang  membangun sebuah sekolah yang kaya hati.

Berkali-kali mengalami kondisi yang tidak menguntungkan tidak serta merta menghentikan langkah penulis  untuk menjadi seorang pendidik yang handal. Kesabaran dan cintanya pada negeri  yang membuatnya mampu bertahan dan membawakan hikmah ini kehadapan pembacanya. Sebuah hikmah besar yang diangkat melalui tulisan reflektif ini adalah pentingnya membangun KOMITMEN. Melalui buku ini, Joko Wahyono ingin menyampaikan bahwa komitmenlah yang mengolah semua  potensi menjadi sebuah energi kinetik  yang mendorong sebuah sekolah meningkatkan kualitasnya.

(Widie Dewantara – Tengah Malam – Kamar Tidur)

Advertisements
Comments
  1. saiful says:

    Menarik ulasannya bisakah sekaligus memperlihatkan cove bukunya? tidak bermaksud promisi tentunya 🙂 Saya tergelitik dengan judul buku ini, akan lebih menarik jika dalam review memperlihatkan bagaimana penulis secara nyata memperlihatkan situasi yang ada saat penulis menghadapi kendala di sekolah. 🙂

  2. Widie Dewantara says:

    Terima kasih banyak mas saiful atas masukannya.

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s