ULASAN BUKU – Indonesia Mengajar: Kisah Inspiratif Para Guru Muda

Posted: February 23, 2012 in Book Review
Tags: , ,

“Anak-anak muda terbaik meninggalkan kemapanan kota … Berangkatnya mereka ke desa terpencil  untuk mengajar bukanlah sebuah pengorbanan, itu adalah sebuah kehormatan. Mereka mendapatkan kehormatan untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa”, tulis Anis Baswedan mengawali lembar-lembar buku ini. 10 november 2010, 51 putra-putri terbaik negeri – yang terseleksi dari 1.383 lainnya – diberangkatkan untuk menunaikan janji kemerdekaan. Menjadi seorang guru SD di pelosok negeri, mengasah permata yang terselip diantara lebatnya khatulistiwa.  Seperti judul bukunya,  Indonesia Mengajar demikian program ini dinamakan. Sebuah program yang digagas oleh Anies Baswedan dan manajemen Indika Energy Group.

Dalam kesunyian, jauh dari gemerlap lampu kota dan tak terjamah teknologi, 51 pemuda-pemudi ini berjuang menjembatani langkah-langkah mungil berlarian menuju cita-citanya. Selama setahun para pemuda dan pemudi terdidik ini mendidik anak-anak negeri. Meski hanya setahun, kehadiran para pengajar muda ini telah menginspirasikan ribuan siswa-siswi di  Bengakalis (Riau), Halmahera Selatan (Maluku Utara), Majene (Sulawesi Barat), Paser (Kalimantan Timur) dan Tulang Bawang (Lampung). Setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi. Dan buku ini, hanya sebagian dari realita yang mengajarkan mereka nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

Memang bukan pada kisah-kisahnya letak keistimewaan buku ini. Kisah-kisah yang mereka mereka alami selama setahun disana telah jamak dialami bertahun-tahun oleh guru-guru lainnya diseluruh negeri. Tentang kerasnya budaya, tentangnya beratnya medan yang harus ditempuh, tentang siswa-siswa yang unik, tentang gedung sekolah yang seadanya, tentang guru-guru dan kompetensi mengajarnya, seperti kisah-kisah yang sering dituturkan. Tak asing terdengar.   Adalah cara anak-anak muda ini bereaksi secara positif yang kemudian  menjadikan buku ini layak dibaca oleh guru dimanapun. Meski mengajar dalam serba keterbatasan, mereka bertutur tentang kekayaan yang mereka dapatkan didalamnya. Tentang anak-anak pedalaman yang justru mengajarkan mereka kearifan, ketangguhan, keoptimisan dan kerendahan hati. Terlalu banyak kisah tentang kerasnya ikhtiar, keistiqomahan dan kerendahan hati   yang tak mampu saya ungkapkan lewat ulasan ini.  Namun, dalam setiap kisahnya tertanam mutiara hikmah bahwa ketulusan memiliki kekuatan mengubah setiap kekurangan menjadi nilai tambah. Sebuah semangat yang layak direnungkan kembali oleh setiap guru di tanah air.

(Widie Dewantara – Akhir Waktu Ashar – Kantor Guru SMP Negeri 10 Yogyakarta)

Advertisements
Comments
  1. adi winarso says:

    Nice to c u again Bro….
    giddy up…!

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s