ULASAN BUKU – Gurunya Manusia: Guru Yang Mencerdaskan Setiap Siswa

Posted: August 13, 2012 in Book Review
Tags: , ,

Menyoroti penyelenggaraan pendidikan oleh sekolah, kompetensi guru dipandang sebagai faktor penting dalam upaya memanusiakan manusia. Menemukan dan mengasah potensi siswa serta menumbuhkan kesadaran mereka sebagai rahmat bagi semesta merupakan bagian dari tugas mulia seorang guru. Agar dapat menunaikantugas tersebut maka kematangan spiritual, mental dan pengetahuan guru menjadi prasyarat agar guru dapat selalu meneladankan sikap belajar yang positif. Pesan inilah yang seolah ingin disampaikan oleh Munif Chatib melalui buku keduanya.

Penulis best seller Sekolahnya Manusia kembali menggelitik kesadaran para guru untuk selalu mengembangkan kemampuan diri melalui Gurunya Manusia yang diterbitkan oleh Kaifa, 2011. Buku ini merupakan refleksi atas sepuluh tahun pengalaman beliau membangun sekolahnya manusia. Tak sekedar mengkritis tentang lemahnya sikap mental dan metodologi yang dimiliki oleh guru ditanah air, penulis yang juga pernah menjadi murid Bobbi de Potter ini menawarkan berbagai solusi praktis atas permasalahan-permasalahan dalam pengelolaan kelas dan pengembangan materi ajar.

Tak berbeda dengan buku sebelumnya, Gurunya Manusia menyoroti pengelolaan pembelajaran yang dibingkai Kecerdasan Majemuk. Dengan mengapresiasi perbedaan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa, guru dapat mengadaptasikan strategi mengajarnya sehingga siswa mampu merekonstruksi nilai-nilai pengetahuan sesuai dengan potensinya masing-masing.  Tak sekedar konsep, Munif Chatib jugamengisahkan berbagai contoh penerapannya di kelas yang didasarkan atas kejadian nyata yang beliau alami.

Pada bagian awal, Munif Chatib bertutur tentang berbagai respon yang ia terima atas upayanya membangun sekolahnya manusia. Bagian tersebut akan membawa pemahaman pembaca ataspentingnyaupaya mengambangkan kompetensi guru.Berdasarkan pengalaman penulis sebagai konsultan pendidikan, penulis kemudian memberikan solusi atas kendala yang menghalangi langkah guru untuk menyengajakan diri belajar. Selanjutnya, penulis juga mengingatkan pembaca tentang teori apersepsi. Tak lupa, penulis menyisipkan penjelasan tentang gelombang otak dan berbagai ide segar yang dapat diadaptasikan untuk mengawali pembelajaran.

Pada bagian lain, buku ini diperkaya dengan tulisan tentang strategi Kecerdasan Majemuk.Pembaca akan dipahamkan dengan beberapa istilah seperti pendekatan, metodologi, tehnik dan strategi. Penting bagi guru untuk mengetahui dan mencobakan berbagai strategi: diskusi, action research, klasifikasi, analogi, identifikasi, sosiodrama, penokohan, flash card, gambar visual, papan permainan, wayang, applied learning, movie learning, environment learning maupun service learning. Strategi-strategi tersebut ditulis lengkap dengan kelebihannya, prosedur, contoh hingga kaitannya dengan teori kecerdasan majemuk. Gurunya Manusia juga dilengkapi dengan penjelasan ringkas bagaimana guru dapat menyusun lesson plan kreatif beserta contohnya. Pembahasan teori serta contoh penerapannya menjadikan buku ini sangat layak dibaca oleh seluruh guru di tanah air.

Namun yang menjadi poin penting adalah tergugahya kesadaran guru untuk memanajemeni diri dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya sehingga mampu mengadaptasi konsep dan solusi yang ditawarkan penulis. Tanpa kesadaran ini, maka buku yang sarat pengetahuan ini hanya akan senilai dengan tumpukan kertas using setebal lebih dari 250 halaman.

(Widie Dewantara – Menjelang Shalat Ashar – Kamar Inspirasi)

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s