ULASAN BUKU – Quantum Teaching: Cara-cara Memaksimalkan Konteks dan Konten Belajar

Posted: November 26, 2012 in Book Review
Tags: , , , , , ,

Tujuh tahun menyusul  kesuksesan Quantum Learning,  Bobbi DePotter  berbagi ide-ide kreatifnya dalam merancang sistem pengajaran. Bersama Mark Reardon – fasilitator di Learning Forum – dan Sarah Singer-Nourie – guru dan trainer, mereka menuliskan sebuah buku menarik yang didedikasikan bagi para guru yang ingin menjadikan ruang kelasnya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk mengembangkan potensi apapun yang mereka miliki. Pembaca akan disadarkan bahwa tak hanya pengetahuan akademik, kelas juga merupakan tempat dimana life skills dikembangkan. Seperti halnya Quantum Learning, ide-ide pengajaran yang dituangkan dalam buku ini sangat kental dipengaruhi oleh teori-teori tentang Suggestopedia, kecerdasan majemuk, modalitas pembelajaran, pembelajaran berbasis otak, pembelajaran kooperatif dan NLP.

Buku yang pada awalnya berjudul “Quantum Teaching: Orchestrating Student Success” ini diterbitkan pada tahun 1999 oleh Allyn and Bacon. Judul tersebut mencerminkan pandangan penulis yang melihat praktik pengajaran sebagai sebuah seni untuk mencapai kesuksesan belajar  dengan mengkolaborasikan berbagai potensi yang dimilki oleh siswa dan lingkungan belajar. Oleh karenanya, di dalam buku ini penulis  menganalogikan fungsi guru di kelas layaknya seorang komposer yang sedang memimpin konser orkestra. Seorang komposer memahami sekali bahwa setiap alat musik memiliki karakter dan keindahannya masing-masing begitupula seorang guru yang seharusnya mengetahui dan memahami kemajemukan kecerdasan setiap siswanya. Harmonisasi tercipta ketika guru dapat menggubah suasana kelas sedemikian hingga setiap siswa merasa dihargai dan terdorong untuk mengaktualisasikan diri sesuai potensinya.

Di tahun 2000, diterjemahkan oleh Ary Nilandari, buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Kaifa  dengan judul “Quantum Teaching: Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas”. Meskipun berbeda dengan judul aslinya, judul inipun tetap memiliki esensi yang serupa dalam menggambarkan muatan yang dikandungnya. Bagi mereka yang telah membaca Quantum Learning, buku ini akan menunjukkan bagaimana strategi yang terdapat di dalam Quantum Learning dapat diterapkan oleh guru dalam praktik pengajarannya. Bagaimana afirmasi, sugesti, bahasa tubuh, cara berbicara, musik, membaca cepat, menulis cepat dan teknik lainnya dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran yang menyenangkan digambarkan dengan detail di dalam buku ini. Hal semacam inilah yang kemudian di sebut-sebut penulis dengan istilah mengorkestrasi konteks dan konten.

Konteks dan konten, penulis membagi pembahasan strategi pengajarannya ke dalam dua bagian besar. Bagian konteks akan menggambarkan bagaimana setiap detail di kelas menyampaikan suatu pesan kepada guru dan siswa tentang keefektifan proses mengajar – belajar  yang sedang berlangsung. Pesan inilah yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.  “Segalanya berbicara,” demikian yang diingatkan penulis mengawali pembahasan lima bab dalam bagian satu ini. Interaksi antar anggota kelas, kesepakatan dan keyakinan guru dan siswa, penataan lingkungan fisik kelas dan rancangan pembelajaran yang mempertimbangkan kecerdasan dan modalitas merupakan empat hal mendasar yang mengantarkan pembaca pada hal – hal menarik lainnya yang terdapat di bab 2 hingga bab 5.

Pada bab 6 hingga 9 di bagian dua, penulis membahas konten pembelajaran secara menyeluruh: ketrampilan belajar dan ketrampilan hidup. Bagian ini mendiskusikan banyak hal tentang strategi untuk mengembangkan ketrampilan yang tidak hanya memungkinkan siswa mencapai presetasi akademik yang tinggi tetapi juga melejitkan interaksi pribadi dan sosial. Terdapat beberapa hal menarik didalamnya yang terkait dengan interaksi guru dan siswa, diantaranya bagaimana mempengaruhi prilaku siswa dengan keteladanan positif guru, bagaimana memberikan instruksi yang efektif, bagaimana mempresentasi materi dengan memanfaatkan penambatan (achor). Penulis juga menjelaskan bagaimana guru dapat membekali siswanya dengan ketrampilan belajar, seperti:  konsentrasi terfokus, cara mencatat, membaca efektif dan mengorganisasikan informasi.

Kesemua pembahasan tentang strategi dan model pengajaran dalam Quantum Teaching sangat terkait erat dengan asas dan prinsip-prinsip yang disampaikan oleh penulis pada bab 1. Quantum Teaching bersandar pada asas: bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Hal ini mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia siswa sebagai langkah pertama untuk memperoleh hak mengajar. Yang perlu dilakukan oleh guru adalah dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman hidup siswanya. Dengan demikian, pembelajaran akan menjadi bermakna sehingga guru dapat dengan mudah menyampaikan informasi baru dan melatihkan ketrampilan baru di langkah berikutnya. Selanjutnya, pembaca akan mudah memahami strategi yang ditawarkan jika memhami prinsip-prinsip Quantum Teaching: segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, pengakuan atas usaha dan perayaan. Istilah-istilah tersebut mungkin akan terdengar asing pada awalnya, namun seiring pembaca menyimak dan merefleksikan gagasan yang disajikan halaman demi halaman, pada akhirnya,  akan menjadi jelas apa yang dimaksudkan oleh prinsip-prinsip tersebut.

Sebuah penghargaan yang tinggi layak diberikan kepada penulis atas gagasannya yang telah menginspirasikan jutaan guru di berbagai tempat untuk mencintai profesinya dan mengoptimalkan praktik pengajarannya, termasuk saya dan mungkin juga anda.

(Widie Dewantara – Perpustakaan SMP 10 Yogyakarta – di siang yang terik)

Advertisements
Comments
  1. Anonymous says:

    Hi, tanpa sengaja nemuin blog yg sangat menarik. Saya cari buku ini lagi susah sekali. Kalau kamu punya, boleh gak email ke aku ebook nya. thx. dwi_susanti@hotmail.com

  2. jasa konten says:

    Menarik kyknya nih buku

  3. Erwin Widiyatmoko says:

    Sure, it is …

  4. cr beli buku ini gimana y?

  5. Erwin Widiyatmoko says:

    Sekarang udah cetak lagi kok buku2 tersebut…coba hub toko buku terdekat…

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s