ULASAN BUKU – Sekolah Anak-anak Juara: Optimis Menatap Pendidikan Indonesia

Posted: December 11, 2012 in Book Review
Tags: , , , , ,

Mei 2012, lagi-lagi Munif Chatib memprovokasi para guru untuk menerapkan strategi kecerdasan majemuk di dalam praktik pengajaran melalui tulisannya, “Sekolah Anak-anak Juara”,  yang diterbitkan oleh Kaifa. Mereka yang telah membaca buku-buku lain yang dituliskan Munif Chatib, Bobbi DePotter, Howard Gardner ataupun Thomas Amstrong, akan mendapati bahwa tak ada konsep baru yang ditawarkan melalui buku ini. Bahwa setiap anak itu cerdas, bahwa kecerdasan itu dinamis, bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan, bahwa gaya mengajar harus disesuaikan dengan gaya belajar, bahwa tugas sekolah adalah melakukan “discovering ability” dan bahwa pendidikan itu ditujukan untuk pembentukan manusia seutuhnya merupakan sedikit dari banyak hal yang melandasi pemikiran penulis di dalam buku ini – juga pada buku-buku sebelumnya.

Tak berbeda dengan dua buku sebelumnya (Sekolahnya Manusia dan Gurunya Manusia) di dalam bukunya kali ini, yang ditulis bersama Alamsyah Said, Munif menyumbangkan pandangan kritisnya terhadap permasalahan praktik pendidikan di tanah air: sikap pesimis guru terhadap pembaharuan teori dan praktik pengajaran, pengabaian sekolah terhadap ragam kebutuhan belajar siswanya hingga tereduksinya potensi siswa yang jamak menjadi kemampuan kognitif belaka. Merespon permasalahan-permasalahan tersebut, Munif Chatib dan Alamsyah Said lalu menawarkan penerapan strategi kecerdasan majemuk di dalam kelas sebagai solusinya, dari mengidentifikasi jenis kecerdasan dan gaya belajar siswa, mengkonsultasikan lesson plan, hingga pada penilaian authentik.

Gagasan yang penulis tuangkan pada buku setebal 196 halaman ini dibagi ke dalam lima bab. Bab pertama mendiskusikan manusia sebagai karya sempurna Sang Maha Pencipta. Bab kedua merangkum pandangan-pandangan tentang otak yang dikaitkan dengan kepentingan pembelajaran.Pada bab ketiga, penulis menuliskan kembali apa yang pernah digagas oleh Howard Gardner terkait dengan kecerdasan manusia: kecerdasan majemuk. Penulis lalu memaparkan seluk beluk sekolahnya manusia – sekolah yang mengapresiasi setiap bentuk kecredasan siswanya – pada bab empat. Dan di bab yang terakhir, penulis mengisahkan beberapa contoh nyata tentang orang-orang yang mencapai kondisi akhir terbaiknya. Di sela-sela tulisannya, tak lupa penulis menyisipkan beberapa kisah terkait dengan topik yang di bahas.

Gaya penulisan spiral dan ketiadaan “numbering” pada sub judul mungkin akan mempersulit pembaca untuk mengaitkan dan memetakan poin-poin yang disajikan. Namun demikian buku ini sangat layak dinikmati oleh para pelaku pendidikan mengingat buku ini meramu hal-hal terbaik dari beberapa buku terbaik lalu mengadaptasikannya untuk konteks pendidikan Indonesia. Meskipun konsep yang dituliskan bukan sesuatu yang baru, buku ini lebih berperan sebagai “reinforcement” gagasan-gagasan penulis yang pernah ditumpahkan di dalam buku-buku sebelumnya. Hadirnya buku ini, mencerminkan konsistensi semangat dan keoptimisan penulis terhadap kemajuan pendidikan di tanah air. Semoga juga ditanggapi dengan sikap positif oleh para pembacanya.

(Widie Dewantara – Kantor Guru SMP 10 Yogyakarta – Ketika adzan Ashar berkumandang)

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s