ULASAN BUKU – Guru Monyet: Kisah-kisah Bijak Penggugah Hati

Posted: February 3, 2015 in Book Review
Tags: ,

cover-guru-monyet
“Guru Monyet”, demikian judul yang menghias halaman sampul coklatnya. Dibawahnya, tercetak wajah kartun representasi dari hewan tersebut. Tampilan lucu ini bisa jadi strategi cerdas untuk memikat pembaca membedah isi dibalik sampulnya. Terlebih, terselip nama Munif Chatib dan Dr. Sri Rejeki M.Hum., yang mengapresiasi buku ini lewat kata pengantar semakin menambah daya pikatnya.

Judul yang tertera pada halaman sampulnya diambil dari salah satu kisah yang ditulis dalam buku setebal 296 halaman ini. Alkisah seekor monyet ingin memetik mangga yang bergelantungan pada ranting pohonnya. Dengan segala kemampuannya, ia memanjat pohon yang tinggi itu. Belum sampai ia pada dahan yang dituju ketika tiba-tiba angin kencang menerpa mengahalangi tujuan. Demi menikmati ranumnya mangga, ia kerahkan seluruh daya yang ia punya. Semakin kuat angin bertiup, semakin kuat pula si monyet berpegangan. Tangannya memeluk cabang dengan erat, kakinya melingkari pohon dengan ketat dan ekornya melilit batang dengan kuat. Tak seberapa lama angin kencang berhenti bertiup dan si monyet berhasil bertahan dari terpaannya. Ia bertekad untuk terus memanjat. Belum sempat tangannya menjamah mangga yang diinginkan, angin sepoi-sepoi membelai lembut bulu-bulunya. Alih-alih berfokus pada tujuan, si monyet menikmati hembusan angin yang perlahan menidurkannya, lalu … brukk … angin lembut itu membuatnya terjatuh dan gagal mewujudkan keinginan. Nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam kisah-kisah semacam inilah yang ingin dikonstruksi oleh penulis.

Bagi penulis bercerita adalah sebuah alternatif dalam upaya guru membangun karakter siswanya. Maka, jadilah buku kumpulan cerita ini. Astvat-Ereta demikian penulis memperkenalkan diri kepada para pembacanya. Adalah Yoyok Dwi Prastyo sosok dibalik nama pena tersebut, seorang guru yang sempat belajar di Accent Francais atas beasiswa dari pemerintah Prancis.

Selain kisah tentang  si monyet di atas, masih terdapat sekitar 60an cerita lainnya, baik yang terlahir dari rekaan semata maupun fakta. Cerita-cerita fiksinya yang kaya akan pesan moral layak di ceritakan kembali di ruang-ruang kelas untuk menanamkan benih-benih kebajikan yang harapannya kelak akan menumbuhkan akhlakul karimah dalam diri siswa. Pun, kisah nyata yang penulis intisarikan dari pengalamannya selama mengajar sebagai guru Bahasa Perancis maupun selama penulis menetap di Perancis tak kalah menariknya. Kejadian-kejadian yang penulis torehkan menarik untuk direnungkan, dipelajari lalu diadaptasikan untuk keperluan “bercerita” di kelas kita.

Membaca kisah-kisahnya, pembaca seolah diajak mengobrol secara langsung oleh penulis. Pemilihan katanya sederhana. Gagasan yang ingin disampaikan pun tak rumit. Hanya saja, dalam menarasikan kisah-kisah tersebut, terlalu banyak detail yang dituliskan sehingga kadang menyebabkan pembaca kesulitan menemukan gagasan yang ingin disampaikan atau bahkan merasa bosan sebelum habis membaca sebuah kisahnya. Namun demikian penghargaan yang setinggi-tingginya layak dipersembahkan kepada penulis atas ketekunannya untuk mewujudkan buah pikirnya ke dalam buku kedua belasnya ini yang diterbitkan oleh Genius Media pada tahun 2014.

Akhirnya selamat membaca. Semoga segala kebaikan yang terangkum dalam buku ini menemani langkah-langkah para guru menapaki perjalanannya menuju pendidikan yang memanusiakan.

(Ditulis di ruang guru SMP Muh 9 Yogyakarta)

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s