ULASAN BUKU – Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat: Ini ide gila yang hebat!

Posted: January 15, 2017 in Book Review
Tags: , , , , ,

cover-tinggalkan-sekolah-sebelum-terlambat

“Saya meninggalkan sekolah menengah karena bangku sekolah tidak membantu saya. Saya merasa bahwa saya membuang waktu. Jadi saya mengembangkan sebuah pendekatan sendiri terhadap pembelajaran. Saya belajar memprogram komputer. Sekarang usia saya 24 tahun. Selama empat tahun terakhir, saya adalah manajer bagian riset dan pengembangan untuk Apple Computer Mereka mempekerjakan saya karena saya terbukti bisa melakukan pekerjaan itu, meskipun saya tidak punya gelar” demikian ia membuka buku ini.  Meski bukan seorang akademisi, buku-bukunya dan gagasannya sering diperbincangkan dalam forum-forum akademik.

Gila! Ini benar-benar gila! Oh tidak, saya tidak sedang gusar apalagi bermaksud menghardik penulisnya. Tapi memang predikat itu yang akan saya sandingkan bilamana ditanya tentang konten yang kreatif dari buku terbitan tahun 2009 ini. Sebab, bagi saya, kata “Bagus” tidak cukup untuk merepresentasikan kegilaan gagasan tentang pembelajaran yang dituliskan oleh James Marcus Bach di dalam buku berjudul asli “Secrets of Buccaneer Scholars” ini.

Cara-caranya yang tidak biasa dalam mengembangkan kemampuan diri telah menuntunnya menapaki tangga kesuksesan. Ini bukanlah tentang pemerolehan kekayaan, jabatan, gelar ataupun pujian, melainkan tergugahnya sebuah kesadaran diri tentang eksistensi manusia sebagai individu pembelajar yang mampu berkontribusi dan berkolaborasi mencapai kesejahteraan sosial. Bach menunjukkan kepada pembacanya bahwa kecerdasan bukanlah tentang berapa banyak fakta yang dapat dijejalkan melalui buku-buku pelajaran dan bukan pula tentang pencapaian nilai ujian yang tinggi di sekolah. Kemampuan mengelola pikiran, menemukan passion, menjadi pribadi yang bertumbuh lalu memberikan manfaat bagi kehidupan di sekitarnya adalah gambaran kecerdasan yang didiskusikan dalam buku ini.

Pemilihan judul buku versi Bahasa Indonesianya sangatlah cerdik – Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat. Ditengah-tengah upaya penegakkan program wajib belajar 9 tahun, judul buku tersebut menciptakan ilusi tentang penolakan terhadap sistem persekolahan. Dan inilah yang mungkin menyebabkan ia laris diburu pembacanya. Termasuk saya, tertarik untuk membeli dan membacanya karena judulnya yg kontroversial. Dan ini gila! Padahal, buku ini tidak sedikitpun ditujukan untuk menolak sistem pendidikan formal ataupun menjatuhkan kepercayaan pembacanya terhadap institusi pendidikan yang bernama sekolah.

Dialih bahasakan oleh Lala Herawaty, buku setebal 278 halaman ini dicetak oleh Kaifa tahun 2011. Ini adalah sebuah rekam jejak pelayaran James Bach di samudra pengetahuan. Berawal dari kekecewaanya terhadap pembelajaran di sekolah, Bach muda memutuskan untuk meninggalkannya lalu belajar dengan caranya sendiri dan terbukti berhasil menciptakan berbagai karya dalam dunia komputer yang menjadi passionnya. Adalah kemampuan mengendalikan pikiran sendiri yang menjadi generator dalam penciptaan energi dahsyat untuk mendorong siapapun agar belajar dan menghidupkan passionnya. Hal ini mengingatkan kita tentang peran kecerdasan intrapresonal seperti yang pernah digagas Howard Gardner dalam kecerdasan majemuknya..

Metode bajak laut, demikian metafora yang ia gunakan untuk mendeskripsikan aktifitas pembelajarannya yang di dominasi dengan pemikiran heuristiknya yang liar, nakal namun efektif. Bach menuliskan berbagai episode pembelajaran yang ia lakukan dalam menyelesaikan “permasalahan autentiknya” dengan menjadi risk taker, pemikir bebas, autonomous,  dan memiliki tolerance of ambiguity yang cukup lebar. Baginya, setiap kita bertanggungjawab atas pikiran kita sendiri. Dengan demikian pembelajaran adalah tanggung jawab pribadi bukan sekolah. Menjejalkan berbagai materi pembelajaran yang tidak kontekstual dan target nilai telah mereduksi esensi pembelajaran itu sendiri dalam kaitannya dengan pemecahan masalah di kehidupan nyata. Kesebelas elemen pembelajaran mandirinya membantu pembaca memahami pengembaraannya menemukan harta karun pengetahuannya: melacak secara obsesif, masalah-masalah autentik, kecerdasan kognitif, pengetahuan menarik pengetahuan, percobaan, waktu luang, cerita-cerita, ide-ide yang bertentangan, pikiran-pikiran lain, kata-kata dan gambar-gambar, dan berpikir tentang sistem. Meskipun terkesan acak, namun terdapat pola yang jelas yang melatar belakangi pembelajaran mandirinya dan ini mirip dengan pendekatan saintifik: mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, merumuskan dan menguji hipotesis sebelum sampai pada kesimpulan dan berbagi pengetahuan.

Dalam upayanya mempelajari sesuatu, Bach mengenali dan mengikuti ritme pikirannya yang ia sebut prinsip bergantian. Ia memadukan berbagai aktifitas yang menuntunnya pada pemahaman atas pembelajarannya sendiri. Ia ikuti aliran energi pikiran yang menuju pencapaian passionnya. Maka wajar saja jika pembelajarannya terkesan acak. Tulisannya pun demikian, ide yang ia sampaikan meloncat-loncat namun akhirnya membentuk pemahaman yang menyeluruh. Ketika membacanyapun mungkin pembaca awalnya akan dibingungkan oleh berbagai istilah dan konsep yang asing sebalum pada akhirnya melihat keseluruhan gagasan penulis yang jenius ini. Barangkali gaya pemikiran seperti ini pula yang digolongkan sebagai pemikir acak – konkrit di dalam buku quantum teaching  oleh Bobbi de Porter. Prinsip dan aktifitas pembelajaran induktif yang Bach perkenalkan dalam buku ini dapat memperkaya pengetahuan para guru dalam upayanya membentuk karakter siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat yang mandiri. Jika gagasan ini belum bisa disebut dengan jenius mungkin boleh saja disebut gila. Karena kedua-duanya hanya memiliki perbedaan yang tipis.

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s