ULASAN BUKU – Totto Chan’s Children: Perjalanan Duta Kemanusiaan UNICEF

Posted: January 27, 2017 in Book Review
Tags: , , ,

cover-totto-chans-children

Tetsuko Kuroyanagi. Membaca nama ini, mungkin kita akan teringat dengan sebuah memoar yang ia tulis tentang masa kecilnya ketika bersekolah di Tomo Gakuen sebelum perang pasifik meluluhlantakkan Jepang. Totto Chan, begitu nama kecilnya, menjadi judul memoarnya yang terdahulu. Buku tersebut jugalah yang telah mengantarkan, Kuroyanagi, si seniman cantik ini menjadi seorang duta kemanusiaan UNICEF.

Ia adalah duta kemanusiaan yang keempat yang dimiliki UNICEF pada tahun 1984. Menjalankan tugasnya, ia mengunjungi negara-negara yang sedang dilanda nestapa. Tanzania, Nigeria, India, Mozambik, Kamboja, Vietnam, Angola, Bangladesh, Irak, Etiopia, Sudan, Rwanda, Haiti dan Bosnia – Herzegovina adalah negara-negara yang ia kunjungi dalam kurun waktu 14 tahun masa tugasnya di UNICEF. Apa yang ia lihat dan rasakan di negara-negara tersebutlah yang ia tuangkan di dalam bukunya yang berjudul Totto -chan’s children yang diterbitkan pada tahun 1997. Dengan cara ini, ia berhasil memberitakan ke seluruh dunia tentang kepiluan yang dialami oleh anak-anak dan para wanita di negara-negara yang dilanda kekeringan, wabah penyakit dan perang.

Buku ini membuka mata kita betapa menderitanya anak-anak dibelahan bumi yang lain. Anak-anak yang menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk mengambil air, anak-anak yang melihat keluarganya dibantai dan mengalami stress, anak-anak yang terbaring tak berdaya karena terserang penyakit dan kekurangan gizi adalah sedikit dari penderitaan yang bisa dikisahkan dalam buku ini. “Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka, tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan  di bawah daun-daun pisang, memercayai kita, orang-orang dewasa.” demikian perkataan seorang kepala suku di Tanzania menggambarkan penderitaan mereka.

Di atas itu senua, dampak yang ditimbulkan oleh peranglah yang paling buruk. “Tak ada lagi iblis di neraka. Mereka semua ada disini,” kalimat yang dikutip dari seorang pendeta di Rwanda ini nampaknya tepat untuk menggambarkan kekejaman perang. Anak-anak yang dipaksa jadi tentara, anak-anak yang mati tanpa tahu alasan mereka dibunuh atau bom yang sengaja di tujukan kepada anak-anak seolah mematahkan kepercayaan bahwa kita terlahir untuk saling mengasihi. Itulah sebagian kisah yang dituliskan pada buku setebal 322 halaman ini. Buku ini dialih bahasakan oleh Ribkah Sukito dan diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia oleh penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010.

Tidak melulu tentang penderitaan, buku ini juga menggambarkan bahwa seberapapun buruknya keadaan, selalu ada orang-orang yang berhati baik, yang selalu menjadi lilin di tengah gulita yang menyesakkan.Pertemuannya dengan para relawan yang mengatasnamakan kemanusiaan dan orang-orang yang mencintai negaranya turut mewarnai perjalanan sang duta kemanusiaan.

Kuroyanagi sangat mahir dalam memberikan gambaran detail sehingga pembaca seolah turut melihat, mencium dan menyentuh langsung semua peristiwa yang dikisahkannya. Sebagai anak yang pernah menderita akibat perang pasifik, Kuroyanagi memberikan perbandingan tiap kejadian yang dilihatnya dengan apa yang pernah dialaminya pada saat Jepang berada pada keadaan terburuknya. Hal tersebut cukup efektif untuk memancing keterlibatan emosi pembacanya. Dan pada akhirnya, ketika membaca buku ini, kita akan menyadari sebuah pelajaran yang tersirat di dalamnya: sepenting kebutuhannya terhadap makanan dan tempat perlindungan, anak-anak itu juga sangat membutuhkan cinta dan pendidikan.

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s