GRAMMAR – If Only/ I Wish

Posted: January 28, 2017 in Grammar
Tags: ,

A. PENGGUNAAN
If only (seandainya) dan I wish (saya berharap)  merupakan frase yang digunakan untuk mengungkapkan pengandaian. Kalimat yang terbentuk dengan menggunakan frase ini digunakan untuk mengeluhkan situasi yang (akan) terjadi, harapan yang berbeda dengan situasi yang terjadi pada saat ini ataupun penyesalan atas situasi di masa lalu.

B. POLA KALIMAT
1) Mengeluhkan situasi yang (akan) terjadi.
IF ONLY/ I WISH + SUBJECT + WOULD + V1 (Infinitive)
If only we would pass the exam.
I wish I would get a scholarship to study at Stanford.

2) Harapan yang berbeda terhadap situasi terjadi saat ini.
IF ONLY/ I WISH + SUBJECT + V2 (Past Simple)
If only we passed the exam.
I wish I got a scholarship to study at Stanford.

3) Penyesalan atas situasi yang terjadi di masa lampau.
IF ONLY/ I WISH + SUBJECT + HAD + V3 (Past Participle)
If only we had passed the exam.
I wish I had got a scholarship to study at Stanford.

C. CONTOH
Penggunaan If only/ I wish dalam konteks yang lain dapat dicontohkan sebagai berikut:
•If only/ I wish the war would not happened
(=Seandainya/ Saya berharap perang itu tak (AKAN) terjadi )
•If only/ I wish the war did not happen
(=Seandainya/ Saya berharap perang itu tak terjadi (SAAT INI))
•If only/ I wish the war had not happened
(=Seandainya/ Saya berharap perang itu tak terjadi (LAMPAU) )

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s