ULASAN BUKU – The First Days of School: Bagaimana Guru Bisa Meningkatkan Kemampuannya?

Posted: January 31, 2017 in Book Review
Tags: , , , ,

cover-the-first-days-of-school

Bagaimana guru bisa memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran? Bagaimana guru bisa meningkatkan prestasi belajar mereka? Bagaimana guru bisa menjadikan mereka sebagai pembelajar yang mandiri?  Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanyalah sebagian dari kegelisahan “Bagaimana guru bisa …?” yang seringkali dilontarkan oleh para guru. Menemukan solusi atas permasalahan tersebut telah menjadi kebutuhan primer bagi para guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong  membuka tulisan mereka dengan  meyakinkan para guru bahwa prestasi di akhir tahun ajaran berkaitan langsung dengan kemampuan guru membangun kendali yang baik terhadap kelas di minggu-minggu pertama tahun ajaran tersebut. Gagasan inilah yang menjadi tema besar buku yang berjudul  The First Days Of School

Ibarat hujan yang akhiri kemarau panjang, kehadiran buku terbit perdana tahun 2005 ini redakan dahaga para guru akan gagasan membangun budaya belajar di kelas . The First Days Of School memuat berbagai petunjuk praktis yang dapat diaplikasikan oleh para guru untuk menjadikan ruang kelasnya sebagai tempat yang nyaman untuk mengeksplorasi pengetahuan, melatihkan ketrampilan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.  Strategi yang terangkum dalam buku ini telah dipraktikkan oleh guru-guru dari berbagai belahan dunia khususnya Amerika dan dengan demikian telah teruji keefektifannya. Meskipun terdapat perbedaan pada konteks budaya, strategi-strategi tersebut cukup adaptif jika diimplementasikan di sekolah-sekolah di tanah air.

Pustaka Pelajar mencetak buku ini dalam versi Bahasa Indonesia pada tahun 2009. Sebagai buku terjemahan, Yudi Santoso dipandang sukses mengalih bahasakan buku ini ke dalam Bahasa Indonesia yang berterima. Mengalih bahasakan istilah-istilah pengajaran ke dalam bahasa yang sesuai membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang konteks bahasa yang digunakan, namun demikian penerjemah dapat melakukannya dengan sangat baik. Berkat kerja kerasnya, pembaca tidak akan menyadari bahwa sesungguhnya teks asli buku ini berbahasa Inggris.

Dalam buku setebal 410 halaman ini, penulis menekankan peran guru dalam menciptakan atmosfir pembelajaran yang positif. Konten buku ini terbagi atas lima bagian utama. Kelima bagian tersebut dipaparkan secara mendetail di dalam 26 bab yang masing-masing membahas topik yang terpisah satu dengan lainnya sehingga pembaca dapat membacanya dari bab manapun sesuai kebutuhan. Karena penyusunannya yang demikian praktis, nampaknya buku ini layak disebut sebagai manual pengajaran.

Bagian pertama mendiskusikan konsep tentang guru efektif. Untuk mencapai pengajaran yang efektif, guru perlu mempraktikan pendekatan-pendekatan pengajaran yang di dasarkan pada riset. Pada bagian ini, dipaparkan pula tiga ciri utama guru efektif. Ketiga ciri tersebut sangat berkaitan dengan pembentukan budaya belajar: mampu memotivasi siswa, mampu mengatur kelas dan mampu mendorong siswa menjadi pembelajar mandiri.

Ketiga ciri guru efektif tersebut masing-masing dibahas dengan sangat apik dalam tiga bagian berikutnya. Agar mampu memotivasi siswa, penulis mengingatkan para guru tentang pentingnya ekspektasi positif, penampilan guru, keteladanan dan penyambutan siswa di awal-awal tahun pelajaran. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, penulis memberikan penjelasan tentang pengaturan tempat duduk, mengajarkan prosedur dan aturan, monitoring kemajuan siswa serta tehnik penugasan. Dalam rangka membentuk siswa menjadi pembelajar mandiri, penulis memaparkan pada bagian berikutnya tentang pembelajaran kolaboratif, manajemen waktu dan ujian yang membelajarkan.

Bagian terakhir dari buku ini menyajikan tentang kiat-kiat untuk menjadi guru yang terus bertumbuh dan profesional. Sebuah pesan tersirat di dalamnya, bahwa menjadi guru berarti menjadi pemimpin bukan pekerja, bahwa mengajar adalah karir bukan pekerjaan dan bahwa keberhasilan dalam mendidik siswa berawal dari kemampuan guru mendidik dirinya sendiri.

Lalu bagaimana guru bisa meningkatkan kemampuan mendidik diri sendiri? Baca, praktikan dan bagikan.

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s