ULASAN BUKU – Aku Bisa: Menggagas Gerakan Perubahan Global Melalui Komunitas Sekolah

Posted: February 4, 2017 in Book Review
Tags: , , , , ,

cover-aku-bisa

Menarik!

Di Bhutan, karena peduli dengan lingkungannya, sejumlah siswa berkolaborasi mendaur ulang berbagai barang bekas menjadi bahan ajar. Di Chilli, karena prihatin dengan sikap para pembeli di kantin sekolah, beberapa siswa bahu membahu membangun budaya antri. Di China, sekumpulan siswa bekerja sama melukis dinding agar setiap warga sekolah lebih tertarik menggunakan tangga daripada lift. Di India, sekelompok siswa berkerjasama mengajarkan para pekerja sekolah membaca dan menulis serta berbahasa Inggris agar para pekerja sekolah itu lebih dihargai oleh para siswa. Di Peru, segelintir siswa menggagas pertemuan orangtua siswa untuk menjembatani komunikasi  antara siswa dengan orangtuanya. Anak-anak sekolah ini adalah bagian dari gerakan Design For Change (DFC) yang digagas oleh Kiran Bir Sethi.

Kiran Bir Sethi adalah pendiri sekolah Riverside di Ahmedabad, Gurajat, India. Dengan latar belakang desain yang dimilikinya, Kiran Bir Sethi menggunakan pengetahuannya mengenai Design Thinking untuk menciptakan pola pendidikan yang mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan untuk memecahkan masalah. Pola pendidikan di Riverside dirancang agar siswa memiliki kesadaran lingkungan dan kepedulian sesama, mengembangkan diri dan berkolaborasi memecahkan masalah dan memimipin perubahan melalui proses berpikir Design Thinking yang ia sederhanakan menjadi  FIDS (Feel, Imagine, Design, dan Share). Dari sekolah inilah gerakan global  DFC bermula.

Melalui DFC, sekolah dapat menunjukkan kepada para siswa bahwa hal yang terpenting dari pendidikan tak hanya pencapaian pengetahuan akademis saja, melainkan mereka juga harus peduli secara sosial dan dengan keterampilannya membangun sebuah keadaan yang lebih baik. 28 negara telah bergabung dalam aksi perubahan ini. Terinspirasi oleh Design For Change, sejumlah penggerak pendidikan di tanah air juga menggagaskan gerakan yang mereka sebut dengan Taman Gagasan Anak (TaGA) pada tanggal 29 Juni 2015. Gagasan ini dimaksudkan untuk mendorong sekolah agar dapat memberikan kepercayaan, kesempatan dan dukungan kepada siswanya untuk berbuat lebih dalam berkontribusi pada kehidupan yang luas.

Dengan maksud menginspirasi lebih banyak anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia, DFC telah menerbitkan beberapa buku. Dan, di Indonesia, Tim Noura Books dan Taman Gagasan Anak menerbitkan “Aku Bisa” pada tahun 2015. Buku setebal 165 halaman ini di susun oleh Isthi Rahayu dengan Imanzah Nurhidayat, Monika Irayati Irsan dan Andar Bagus Sriwarno sebagai narasumbernya. Selain memaparkan tentang konsep Design Thinking dan awal mula DFC, penyusun menunjukkan apa yang perlu kita lakukan dalam menjalankan peran kita selaku pendidik dan orangtua dalam mendukung gerakan ini. Pun dikisahkan, bagaimana TaGA telah mendorong anak-anak Indonesia untuk merespon permasalahan di sekitarnya secara positif dengan cara menjadikan dirinya bagian dari solusi.

Menarik bukan?

Advertisements

You may leave your comment here:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s