Archive for the ‘Teaching Reflection’ Category

“Jadi Uncle, …” seorang mahasiswa mengangkat tangannya pertanda ingin memuaskan rasa ingin tahunya.

“Bagaimana caranya  agar rancangan pembelajaran kita dapat membantu para siswa itu belajar dengan menyenangkan? Sementara motivasi belajar mereka rendah”, tanyanya kepada saya, mengungkapkan kegalauannya terhadap kondisi siswa yang akan mereka ajar. (more…)

“Menantang!” demikian sahut saya setiap kali ditanya bagaimana perasaan saya mengajar anak-anak itu.  Tentu saja menantang karena mengajarkan bahasa Inggris kepada mereka membutuhkan extra efforts. Kesabaran ekstra, tenaga ekstra dan strategi ekstra diperlukan untuk mengelola kegiatan pembelajaran mereka. (more…)

Seorang guru bersungut-sungut kembali masuk ke ruangan padahal bel pergantian jam baru saja berdering.
“Mereka sudah keterlaluan.” ungkapnya kesal. (more…)

102_2137“Kelas kita sekarang lebih bersih ya, Uncle!” komentar Mandala yang sedang duduk melingkar di lantai bersama siswa-siswa lainnya. (more…)

Galuh, number one please”.
“It’s your turn, Sabda.”.
“What do you think, Leo?”.

Demikian yang saya lakukan tiap kali berinteraksi dengan siswa di dalam kelas, disusul  respon positif  mereka. Saya selalu menggunakan nama mereka, terlebih saat menginginkan seorang siswa melakukan sesuatu. Menunjukkan kepada siswa bahwa saya mengingat namanya  merupakan cara saya untuk menyampaikan kepada mereka bahwa mereka adalah pribadi yang penting. Pengalaman membawa saya pada sebongkah pengertian bahwa menyebutkan nama mereka dengan tepat merupakan sebuah strategi yang efektif untuk merebut perHATIan siswa. (more…)

“Empat, Uncle!” jawab Bumi menunduk lemas ketika saya bertanya tentang hasil simulasi ujian nasionalnya.
That’s great!” sahut saya bergembira  sambil memamerkan acungan jempol. Terkejut, Bumi hanya menatap saya, tak mengerti harus berucap apa. (more…)

“Sebaiknya adik –adik baca dulu buku – buku ini sebelum mengajar di kelas saya nanti,” demikian saran saya siang itu menutup perbincangan dengan sejumlah mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Inggris yang sedang “magang” (PPL) disekolah kami. Bukannya jadwal mengajar, silabus ataupun contoh lesson plan yang saya berikan dipertemuan awal dengan mereka, melainkan sejumlah “must-read teaching books” yang harus mereka pelajari dan adaptasikan untuk kelasnya nanti. (more…)